Rakyat Bantu Rakyat

Indonesia, pada Januari 2021, mengalami cobaan ditimpa bencana di beberapa daerahnya. Kolektifan tempat saya bernaung (Taman Baca Melego), merespon hal ini dengan membuka Posko Induk, dengan tujuan utama menampung beragam donasi yang terdiri dari berbagai bentuk: Uang tunai, sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai, dan lain-lain.

Posko Induk TBM
Koordinasi awal



Donasi uang juga kami buka lewat rekening, penerimaan uang tunai secara langsung, dan turun langsung ke jalan. Yang saya sebut terakhir, secara pribadi belum pernah saya lakukan. Bahkan sejak respon-respon bencana yang sudah saya lakukan sebelumnya bersama kawan-kawan perhimpunan pecinta alam kampus (Madawirna UNY). Tak ada alasan khusus, tapi awalnya, kami berpikir cara ini kurang efektif. Terkesan hanya minta uang cuma-cuma, tanpa timbal balik. Anggapan ini, buat saya pribadi, perlahan berubah.

Kolektifan saya di Depok, awalnya juga tak melakukan ini. Tapi, saat mengetahui kalau ada kawan-kawan kami, kolektifan lain yang kebetulan satu circle, yang juga turun ke jalan dan mendapat donasi yang jumlahnya lumayan, anggapan tersebut kemudian berubah. Kami rubah cara kami menggapai donasi turun ke jalan dengan cara yang lebih profesional.



Selama sekira 6 hari (21-26 Januari 2021), kami melakukan ini, kami berbenah diri dengan merapikan atribut, membuat semacam spanduk besar dengan identitas kolektif, dan tak menanggalkan hal mendasar: mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih. Hasilnya, terima kasih kepada Tuhan dan Semesta, bisa dikatakan lumayan.

Turun ke jalan untuk menggalang donasi adalah hal paling sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir semua orang, tapi tak semua orang bisa mengerti. Ada yang mencibir, ada yang memandang remeh dan ada yang pula yang — jamak dianggap orang-orang — terkesan seperti mengemis.



Banyak yang luput dari anggapan-anggapan subyektif tersebut. Sederhananya begini: Banyak orang baik yang sebetulnya berniat menyalurkan donasi, apapun bentuknya, tapi kadang tak punya tempat tujuan. Tentunya karena berbagai faktor. Ada yang karena saking sibuknya, ada yang kurang update soal kondisi kemanusiaan, sosial, dan khususnya bencana yang menimpa Indonesia.

Galang dana ke jalan, sederhananya, menjaring hal-hal tersebut. Berapapun nominal yang disisipkan oleh orang-orang baik yang kebetulan menjumpai aksi kami di jalan, sangat berharga untuk kepentingan respon bencana. Dengan tidak memandang nominal, saya punya contoh nyata yang kebetulan saya jumpai sendiri. Saat hari kedua galang dana di jalan, saya sedang berdiri di trotoar saat lampu baru saja merah. Seorang kawan, melalui toa pengeras suara, berorasi singkat sekadar intro soal aksi yang kami lakukan.

Tetiba seorang ibu-ibu memanggil saya dari balik kaca jendela mobilnya. Saya segera mendekat. Sekonyong-konyong beliau mengambil selembar uang dengan nominal lumayan, langsung beliau taruh di kotak donasi yang kami siapkan. Saya pikir ini adalah hal sederhana, betapa cara yang kami lakukan juga efektif. Betapa ini lebih dari sekadar “yang penting halal”.

Pasca evaluasi harian



Terima kasih orang-orang baik yang sudah sudi menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu para penyintas di lokasi bencana. Top up pahala adalah jargon yang kami usung saat itu, semoga dibalas oleh Sang Maha Kaya, apapun itu bentuknya. Sekaligus, ini adalah manifestasi Rakyat Bantu Rakyat harfiah, dalam artian sesungguhnya. Terima kasih orang-orang baik dan sepaket kebaikan yang bertebaran dimana-mana.

Awal Februari, Indonesia dikepung bencana kembali. Beberapa wilayah di Indonesia terendam banjir. Bisa jadi, kami akan melakukan cara yang sama. Bisa jadi juga, menggalang donasi dalam bentuk lainnya. Semoga Ibu Bumi tak murka lagi, semoga Bumi Pertiwi tak menangis lagi.

Salam Kemanusiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s